Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 pasal 31 ayat (3) berbunyi :” Pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan
ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang di
atur dengan undang – undang “.Atas dasar amanat undang – undang dasar 1945
tersebut, undang – undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional pada pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,berilmu,cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung
jawab. Dalam penjelasan umum Undang – undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional ditegaskan bahwa strategi pertama dalam melaksanakan
pembaruan sistem pendidikan nasional adalah “pelaksanaan pendidikan agama dan
akhlak mulia”.

Secara historis keberadaan pendidikan agama sangat penting dalam upaya pembangunan
masyarakat belajar terlebih lagi karena bersumber dari aspirasi masyarakat yang
sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat sessungguhnya akan jenis layanan
pendidikan. Dalam kenyataan terdapat kesenjangan sumber daya yang besar antar
satuan pendidikan keagamaan. Sebagai komponen sistem pendidikan nasional,
pendidikan keagamaan perlu diberi kesempatan untuk berkembang , dibina dan di
tingkatkan mutunya oleh semua komponen bangsa, termasuk instansi swasta maupun pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Visi

  • Membangun sumber daya manusia yang takut akan Tuhan
    ,dan bertanggung jawab

MIsi

  • Membina, melengkapi dan melatih generasi muda
    Kristen yang memliki pengetahuan intelektual dan etika moral yang baik serta
    mampu mengamalkannya di tengah masyarakat, bangsa dan Negara

Landasan filosofis

Ada beberapa hal yang
mendasar yang merupakan tanggungjawab yang di emban oleh institusi pendidikan
yaitu:

  1. Pendidikan harus menanamkan nilai – nilai
    yang kuat dan jelas sebagai landasan pembentukan watak ,sikap,kepribadian
    dan perkembangan kehidupan manusia.
  2. Pendidkan harus memberikan sesuatu yang
    bermakna ,baik yang ideal maupun pragmatis,sesuai kebutuhan peserta didik.
  3. pendidikan harus memberikan arah yang
    terencana bagi kepentingan bersama peserta didik,keluarga,masyrakat,bangsa
    dan negara.

Pendidikan  Teologi Kristen mengajar dan melatih, serta mengembangkan kemampuan dan
keterampilan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memahami dan
mengamalkan nilai – nilai ajaran teologi agama Kristen dan/atau menjadi ahli
ilmu agama Kristen pada tingkat pendidikan menengah.

Landasan Yuridis

Secara keseluruhan peraturan dan perundang – umdangan yang mendasari dan menjadi acuan pendirian SMTK Kapernaum adalah sebagai beriukut:

  1. Undang Undang Dasar 1945
  2. Peraturan Menteri Agama No.14 Tahun 2005
  3. Peraturan Pemerintah No.55 Tahun 2007

 Landasan Teologis

1. Ulangan 6: 4-9

2. Amsal 22:6

3. Matius 28 :18-20

Categories: Index

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *